Rabu, 15 Februari 2017

Setelah 15 februari 2017


Setelah 15 Februari

Oleh: Bambang Prayitno

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta telah dilaksanakan pada hari ini. Kita sudah menyaksikan hasilnya melalui quick count dan real count di sebagian besar tempat pemungutan suara (TPS). Hasil dua model perhitungan cepat banyak lembaga hari ini tak berbeda jauh. Agus-Sylvi meraih suara 17%. Sementara Ahok-Djarot meraih suara 43% dan Anies-Sandiaga meraih 40% suara. Plus minus presentase diantara pollster tak jauh berbeda.

Perhitungan masih berlanjut. Kalau posisi raihan suara masing-masing calon ini terus konsisten hingga 100 % dan tak mengalami perubahan, maka berarti,  Pilkada DKI akan berlangsung dua putaran. Dan yang berpeluang besar masuk di putaran kedua adalah Pasangan Ahok-Djarot (Nomor 2) dan Pasangan Anies-Sandiaga (Nomor 3). Prediksi ini tentu saja tak mengejutkan. Prediksi beberapa lembaga survey yang menyatakan nada yang sama.

Tapi Quick Count yang ditayangkan di banyak stasiun TV dan disebarkan di medi sosial serta pendapat para ahli pollster itu tentu saja bukan sikap resmi. Mari kita menunggu pengumuman resmi KPU pada perhitungan akhir.

Ada beberapa analisa dan prediksi menarik di putaran kedua ini. Pertama, soal prediksi akhir berdasarkan hitungan skenario oleh beberapa lembaga survey. Dalam berbagai simulasi, kalau Ahok dan Anies masuk di Putaran 2 Pilkada DKI, maka, Anies akan menang tipis. Saya ambil contohnya misalnya dari Alvara. Di Putaran kedua, Anies akan mendapatkan 49% dan Ahok akan mendapatkan 42%. Sisanya sebesar 9% belum menyenyatakan secara terbuka pilihannya. 

Kedua, terkait peta pergeseran pemilih dari pemilih (voters) calon yang gugur. Tingkat konsistensi pendukung Agus sebesar 70%. Jika masuk di Putaran 2, maka pendukung Anies yang sekarang sudah berada di posisi 40% akan mendapatkan limpahan maksimal 11-13% suara.  Tentu saja ini sangat mengkhawatiran Anies-Sandiaga. Kita masih berharap 23% dari pemilih Golput Putaran 1 akan masuk dalam pertarungan Putaran 2. Walaupun hal itu akan sulit terjadi.

Apakah ada kemungkinan Ahok memenangkan Pilkada DKI ?. Jawabannya, mungkin saja. Dan kemungkinan itu besar. Beberapa alasannya; pertama, dukungan Ahok sudah 43%. Ini mempengaruhi psikologi pilihan pemilih di Putaran 2.

Kedua, sentimen keagamaan atas Ahok dan kasusnya, menurun terus. Pada November 2016, Ahok dipandang memiliki sisi negatif oleh 78 % pemilih. Pada bulan Februari 2017 turun di 59,8 %. Kemungkinan pada bulan Maret dan April 2017 akan turun di kisaran 49-50%. Artinya, setengah pemilih Jakarta masih welcome dengan Ahok. Ketiga, adalah kekuatan dukungan media dan pengguna sosial media kepada Ahok, yang saat ini membentuk opini dan mempengaruhi pilihan pemilih. Rata-rata, hampir 9 juta orang yang membicarakan Ahok. Ini adalah modal luar biasa bagi Ahok.

Sumber utama kekalahan Agus saya kira adalah yang pertama; Agus-Sylvi mengalami penurunan drastis, akibat pergeseran pilihan kelompok rasional setelah penampilan Agus di 3 debat. Agus dianggap tidak sekompeten 2 calon lainnya. Anies mengalami kenaikan dukungan, karena selain mampu meyakinkan publik di 3 debat Pilkada DKI. Ia dengan tegas menjadi antiresa kegagalan Ahok.

Ahok mengalami kenaikan dukungan suara setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan suara sebesar 8% pada saat setelah 411 dan 212, karena mampu meyakinkan pemilih rasional tentang kasusnya, juga programnya. Pemilih Jakarta didominasi oleh 78% pemilih yang memilih karena program dan tawaran calon. Jumlah ini, masuk sebesar 30% ke Ahok, 38% ke Anies dan 10% ke Agus.

Sumber kekalahan Agus yang kedua adalah, Agus tidak mampu melakukan kerja-kerja konsolidasi di kalangan ummat Islam. Ia mengalami stagnasi konsolidasi dukungan. Ormas muslim dan kedaerahan berpengaruh di DKI yang mendukung Agus rupanya tidak dipublish secara luar biasa. Aksi sombolik Anies mendatangi Habib Rizieq dan beberapa tokoh ummat Islam yang disebar massif visualnya pada akhir Februari merubah peta dukungan yang pada November lalu jauh dibawah Agus.

Hal lain yang juga menjadi penyebab suara Agus-Sylvi adalah kasus korupsi Sylvi yang disebar massif dalam 2 pekan ini. Lewat jejaring sosial media dimana 98 persen penduduk Jakarta mengkonsumsinya. Sementara Anies mampu meredam isu korupsinya dengan beberapa tawaran menarik untuk rakyat DKI. 16% pemilih yang terpengaruh oleh isu korupsi ketiga calon bisa ditutupi keraguannya oleh Anies dan Ahok.

Yang keempat adalah tentang pertarungan lewat media sosial antara SBY dan Antasari yang beririsan dengan Jokowi dan Ahok. Rupanya, cara komunikasi SBY yang dulu menjadi andalan sebagai "korban" tidak lagi menarik perhatian netizen dan pemilih generasi X dan Y. Ada 35% jumlah kelompok ini. Kelompok inilah yang merubah peta dukungan. Agus ditinggalkan karena faktor ayahnya yang mendominasi pertarungan dan dianggap lebay plus tidak menarik minat anak-anak muda.

Yang kelima adalah soal operasi media Anies yang massif di menit-menit terakhir dimana opsi untuk menyelesaikan Pilkada di 1 putaran nampaknya lebih menarik minat kelompok rasional muslim. Pengguna media sosial yang 98% dari pemilih Jakarta itu juga mendapatkan pesan Anies.

Mari kita berlanjut ke pembahasan ketiga, tentang proses pelaksanaan Pilkada itu sendiri. Ada beberapa problem dalam pelaksanaan Pilkada di putaran pertama yang perlu kita kritisi. Pertama, bahwa berita dan informasi hoax mendominasi percakapan pengguna media sosial. Ini bukan bagian dari demokrasi yang baik. Yang kedua, Ketidaksungguhan aparat hukum atas kasus penistaan agama oleh Ahok, menandakan bahwa aparatur kita masih terindikasi mencampur-aduk politik dan hukum. Diatas itu semua, Pilkada DKI sudah berjalan dengan baik. Ini tentu prestasi demokrasi kita yang wajib kita banggakan. Minus penistaan agama yang dilakukan oleh calon lho ya.

Keempat, terkait langkah politik ummat Islam di Pilkada DKI. Kasus penistaan agama oleh Ahok harus terus menjadi perhatian kita. Catatan-catatan menuju kemenangan calon gubernur muslim di Pilkada DKI harus menjadi perhatian kita.

Sembari kita lakukan konsolidasi terus-menerus untuk mengalahkan terdakwa penista agama. Kemenangan Ahok di putaran pertama jangan sampai mengendurkan semangat kita. Yang kedua, kasus hukum Ahok harus kita pisahkan dari urusan Pilkada. Pilkada boleh selesai, tapi urusan penistaan agama harus kita kejar sampai kemanapun. Ummat Islam harus berjuang mendapatkan keadilan. 

Wassalam.

Jakarta, 15 Februari 2017

Selasa, 14 Februari 2017

Ikhlas syukur dan sabar

Sebuah percakapan yang mungkin benar dan mungkim juga hanya fiktif.  Namun meskipun fiktif patut menjadi inspirasi kita semua                                
                                                                                                  *GURU*meminta kepada muridnya untuk membawa air putih, nak, tolong ambilkan 2 gelas air putih ya.                                                                                        *MURID*Datang dengan membawa 2 gelas berisi air putih.                                                                     Yang 1 gelas dicampurkan gula dan satunya lagi dicampur garam, kemudian muridnya diminta untuk meminumnya                     Kemudian ,                                                                          
*GURU* : "Waktu kamu minum segelas air yang aku beri satu sendok *gula*, apa yang kamu  rasakan....?"

*MURID* : "Rasanya *manis*  pak..."

*GURU* : "Lalu yang aku beri satu sendok *garam*....?"

*MURID* :  "Waduh kalo yang itu benar-benar *asin* rasanya."

Lalu guru mengajak muridnya itu menuju *telaga luas* yang airnya *sangat jernih,* lalu menaburkan satu sendok *gula,* kemudian...

*GURU* : "Coba kamu minum air telaga ini, dan apa yang kamu rasakan..?"

*MURID* :  "Segar sekali pak..."

Kemudian guru menaburkan satu sendok *garam* ke dalam telaga itu dan....

*Guru* : "Sekarang kamu minum lagi air telaga ini dan bagaimana rasanya...?"

*MURID* : "Tetap segar pak...."

*GURU* : "Itulah kehidupan, *manis* dan *asin* itu menjadi *tidak terasa* bagi orang yang *HATINYA lapang, luas dan penuh dengan rasa syukur.*

Maka *LAPANGKAN HATIMU* dengan *IKHLAS, SYUKUR* dan selalu *SABAR* dari segala apa yang terjadi pada dirimu, karena itu yang *terbaik* dari *ALLAH* untukmu.

*Selamat beristirahat, yg masih di jalan hati2 jaga kesekamatan...* 🙏🏼🙏

Daftar wilayah pilkada serentak 15 februari 2017

DAERAH-DAERAH YG MELAKSANAKAN PILKADA SERENTAK 15 FEBRUARI 2017.

*7 Provinsi :*
1.  Aceh
2. Bangka Belitung
3. DKI Jakarta
4. Banten
5. Gorontalo
6. Sulawesi Barat
7. Papua Barat

*76 Kabupaten :*
1. Mesuji
2. Lampung Barat
3. Tulang Bawang
4. Bekasi
5. Banjarnegara
6. Batang
7. Jepara
8. Pati
9. Cilacap
10. Brebes
11. Kulonprogo
12. Buleleng
13. Flores Timur
14. Lembata
15. Landak
16. Barito Selatan
17. Kotawaringin Barat
18. Hulu Sungai Utara
19. Barito Kuala
20. Banggai Kepulauan
21. Buol
22. Bolaang Mongondow
23. Kepulauan Sangihe
24. Takalar
25. Bombana
26. Kolaka Utara
27. Buton
28. Boalemo
29. Muna Barat
30. Buton Tengah
31. Buton Selatan
32. Seram Bagian Barat
33. Buru
34. Maluku Tenggara Barat
35. Maluku Tengah
36. Pulau Morotai
37. Halmahera Tengah
38. Nduga
39. Lanny Jaya
40. Sarmi
41. Mappi
42. Tolikara
43. Kepulauan Yapen
44. Jayapura
45. Intan Jaya
46. Puncak Jaya
47. Dogiyai
48. Tambrauw
49. Maybrat
50. Sorong
51. Aceh Besar
52. Aceh Utara
53. Aceh Timur
54. Aceh Jaya
55. Bener Meriah
56. Pidie
57. Simeulue
58. Aceh Singkil
59. Bireun
60. Aceh Barat Daya
61. Aceh Tenggara
62. Gayo Lues
63. Aceh Barat
64. Nagan Raya
65. Aceh Tengah
66. Aceh Tamiang
67. Tapanuli Tengah
68. Kepulauan Mentawai
69. Kampar
70. Muaro Jambi
71. Sarolangun
72. Tebo
73. Musi Banyuasin
74. Bengkulu Tengah
75. Tulang Bawang Barat
76. Pringsewu

*18 Kota :*
1. Banda Aceh
2. Lhokseumawe
3. Langsa
4. Sabang
5. Tebing Tinggi
6. Payakumbuh
7. Pekanbaru
8. Cimahi
9. Tasikmalaya
10. Salatiga
11. Yogyakarta
12. Batu
13. Kupang
14. Singkawang
15. Kendari
16. Ambon
17. Jayapura
18. Sorong
monggo yg ber-KTP daerah dimaksud bisa menggunakan hak pilihnya..suwun.
Sumber ulanganharian.com

*Negara Demokrasi atau Negara Kapitalis*

*Negara Demokrasi atau Negara Kapitalis*

1% pemilik kekayaan di Indonesia menguasai setengah kekayaan di Indonesia.

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/12/28/o02fag330-satu-persen-orang-terkaya-kuasai-setengah-seluruh-kekayaan-di-indonesia

“0,2% orang Indonesia menguasai 74% tanah di Indonesia melalui konglomerasi, PT ini PT itu, real estate, pertambangan, perkebunan sawit, HPH. Ini hanya menunggu bom waktu, apalagi yang 0,2% itu maaf-maaf kalau pakai bahasa lama itu non pribumi” ujar Prof Yusril.

https://islamedia.id/prof-yusril-non-pribumi-menguasai-74-tanah-di-indonesia/

Dalam skema perusahaan *KAPITALIS* pemilik saham mayoritas ada penentu pemimpin perusahaan, penentu kebijakan perusahaan, penentu prosedur dan peraturan perusahaan, penentu arah tujuan perusahaan. Para pemilik minoritas, walaupun jumlahnya lebih banyak daripada pemilik saham mayoritas, hanya mengikuti saja, kalo tidak setuju, silahkan keluar.

Karyawan alias aparat perusahaan, dari level cleaning service sampai level direksi, harus patuh dan mengikuti kebijakan pemegang saham mayoritas. Yang tidak setuju, silahkan PINDAH perusahaan.

Kurang lebih mirip2lah dgn kondisi negara saat ini. Pemilik kekayaan mayoritas, pemilik tanah mayoritas, adalah non muslim. Mereka pembayar pajak terbesar negara ini. Jadi mreka skarang menuntut, smua kebijakan, pemimpin, dll dll, itu ditentukan oleh mereka. Krn ekonomi negara mayoritas ditopang oleh ekonomi mereka.

Kalau kita perhatikan, kenapa pemerintah seakan akan berpihak kepada mereka, karena pemerintah adalah pelaksana negara yg dibayar oleh pajak yg mayoritas dari kekayaan mereka.

Mereka ga peduli dengan agama mayoritas, suku mayoritas, karena, agama mayoritas, suku mayoritas, bukan pembayar pajak terbesar negara. Mayoritas suku dan agama hanya pegawai dari mereka pemegang kekayaan mayoritas.

Menurut pemilik kekayaan mayoritas, negara harus tunduk kepada pembayar pajak mayoritas. Aparat mereka kuasai, media mereka kuasai, hukum mereka kuasai.

Jadilah org dgn agama mayoritas itu terombang ambing.

Trus bagaimana?

Ga ada cara lain, umat harus bersatu, kuasai ekonomi kembali, beli kembali Indonesia, beli kembali lahan dan tanah. Bangkitkan KOPERASI MUSLIM.

Wallahua'lam
(Hanya pendapat pribadi)

UCAPANMU ADALAH DOAMU

SELFTALK

Suatu ketika istri saya pernah ngobrol dengan seseorang mengenai masalah financial yang sedang dihadapinya..

Dalam obrolan tersebut, akhirnya istri saya langsung menyampaikan kepada saya sambil tertawa..

“Tahu ga pah, itu tadi pas ngobrol sama si anu, ia bilang begini, saya itu bu.., klU dapat uang itu guampang bangeeett, pokoknya ga tahu kenapa pas saat saya butuh uang, uang itu tiba-tiba datang dari mana-mana, dan dari tempat yang tidak disangka-sangka, tapi ga tahu kenapa habisnya cepat juga..”

Hahaha...saya ikut tertawa mendengar ceritanya...

Selftalk awalnya sih sudah bagus banget, tapi endingnya kok ya ngenes bangeett...

Seperti juga ketika saya memberikan pelatihan bagi para 150 Dosen Kampus Telkom University Bandung, dalam workshop sertifikasi "HYPNOTEACHING SUPER LEARNING" yang per batchnya 30 orang dosen wajib mengikuti hingga 2 hari penuh..

Ketika saya menjelaskan bahaya selftalk bagi diri sendiri, maupun dampaknya bagi orang lain, dengan memberikan contoh selftalk yang salah,
"Ga tahu kenapa ya, saya makan sedikit saja langsung jadi daging.." inilah yang menyebabkan seseorang semakin menggemuk..

Lalu ada seorang dosen yang tubuhnya sangat over size, kurang lebih sekitar 160 kg, mengatakan begini,

"Oh pantesan tubuh saya semakin melar kayak gini ya pak, ternyata selftalk saya slama ini salah.." katanya disela workshop..

Lalu saya tanya, "apa yang salah pak?"
"Ga tahu kenapa, saya minum air putih saja, langsung jadi lemak.."
dan seketika semua peserta langsung terbahak-bahak...
Wkwkwkwkwk...

Ohya, anda harus tahu, kata-kata ”GA TAHU KENAPA”, “ENTAH KENAPA”..adalah kalimat pembuka pintu gerbang pikiran bawah sadar, tanpa seseorang harus dalam kondisi tidur dalam Gelombang Otak Theta...

Itulah kenapa saya langsung tertawa, ketika istri saya cerita mengenai masalah financial orang lain yang ending selftalknya:

“Ga tahu kenapa HABISNYA CEPAT JUGA..” wkwkwkwk....

Sahabat,
Pernahkah anda memiliki selftalk seperti ini:

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak cobaan.."

"Ga tahu kenapa ya, hidup saya dari dulu itu slalu mulu..”

“Ga tahu kenapa ya, dari dulu sampai sekarang, saya makan apapun, sebanyak apapun, tubuh saya tetap kurus..”

“Ga tahu kenapa ya, dari dulu sampai sekarang, saya makan apapun, sebanyak apapun, tubuh saya tetap langsing..”

“Ga tahu kenapa ya, saya makan sedikit saja langsung jadi daging..”

“Ga tahu kenapa ya, saya cuma minum air putih saja, langsung jadi lemak..”

“Ga tahu kenapa ya, setiap laki-laki yang saya kenal semuanya brengsek dan mata keranjang!”

“Ga tahu kenapa ya, anak saya sering sakit-sakitan..”

“Ga tahu kenapa ya, setiap kepala saya kena air hujan, saya pasti sakit..”

“Ga tahu kenapa ya, setiap saya membuka usaha slalu bangkrut terus..”

Ya, tanpa seseorang sadari selftalk inilah yang menjadi program hidupnya, sehat, sakit, mental block, kematian, dan nasib, semuanya seringkali bermuara dari selftalk..

Lalu jika sudah terlanjur terucap selftalk negatif, apa yang harus kita lakukan?

Apakah masih memungkinkan mengubah arah jalan hidup?
Apakah masih memungkinkan mengubah nasib hidup?

Jika sudah terlanjur terjadi, anda masih bisa kok mulai membiasakan memprogram ulang dalam pikiran bawah sadar anda, sebuah program hidup baru, dengan selftalk seperti dibawah ini:

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak kemudahan..“

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak keberuntungan..“

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak keajaiban yang meliputinya.."

"Ga tahu kenapa ya, hidup saya slalu di penuhi Keajaiban Tuhan..keberuntungan demi keberuntungan slalu saya dapatkan, hidup saya penuh warna-warni keindahan, keberlimpahan, dan kebahagiaan..“

"Ga tahu kenapa ya, hidup saya dari dulu itu slalu mudah dan dimudahkan oleh Tuhan, semua hal yang saya kerjakan slalu lancar tanpa hambatan, semua hal yang saya butuhkan semuanya tersedia begitu saja, saya bersyukur sekali, keajaiban demi keajaiban terus beruntun berdatangan dalam hidup saya..”

“Ga tahu kenapa ya, saya slalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik, orang-orang-orang yang hebat, orang-orang yang membuat hidup saya semakin sehat, semakin kaya, semakin berlimpah banyak kebahagiaan hidup..”

“Ga tahu kenapa ya, hidup saya seperti dikerubuti uang, uang slalu mengikuti kemanapun saya pergi, uang seperti berjatuhan seperti air hujan, apapun yang saya sentuh, apapun yang saya kerjakan semuanya menghasilkan uang..”

“Saya sungguh bersyukur, saya merasa menjadi manusia yang paling beruntung, karena dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun saya bekerja sama, semuanya menghasilkan keuntungan yang besar bagi saya..”

“Saya yakin dan percaya, semua keajaiban hidup yang saya dapatkan saat ini, adalah karena Tuhan mencintai saya, Tuhan menyayangi saya, semuanya terjadi karena Tuhan sudah mengijinkan, menghendaki, dan memilih saya untuk memiliki kehidupan seperti apa yang saya impikan..”

Sahabat..
Setiap anda mengalami rasa tidak berdaya, tidak bersemangat dalam menjalani hidup, langsung katakan selftak yang memberdaya dan menguatkan hidup seperti ini:

Aku adalah pribadi yang penting..
Aku adalah pribadi yang besar..
Aku adalah pribadi yang berharga..
Keberadaan hidupku didunia ini sangat penting..
Keberadaanku dibutuhkan oleh kehidupan ini..
Karena itulah diriku yang sejati..
Diri yang tegar..
Diri yang kuat..
Diri yang hebat..
Yang senantiasa menebarkan banyak manfaat bagi seluruh makhluk penghuni bumi..

Banyak alumni pelatihan saya yang mengalami perubahan kualitas hidup bagai bumi dan langit, hanya dengan berlatih mengelola dan menjaga selftalknya senantiasa positif..

Anda bisa mulai dari sekarang berlatih terus menerus mengelola & menjaga SELFTALK Anda secara positif untuk mengalami terjadinya. KEAJAIBAN HIDUP PADA DIRI ANDA..!

Written By: Hermawan Gatot Suhendro

Met aktifitas smua..😊💐

Program OK OCE anies sandi

Sepatu 910 SANDIUNO dan Pengetahuan Parsial soal program OK OCE

1. Saya ingin mengingatkan bahwa program OK OCE dari Anies-Sandi itu tidak hanya bagi mereka yang ingin memulai usaha, tapi juga bagi mereka yang ingin mengembangkan usahanya. Bukan hanya soal pemberian modal, tapi juga terkait pendampingan. Bukan hanya disediakan tempat, tapi juga jaringan.

2. Dalam debat final, sepatu 910 dari pengusaha Hartono memang ditunjukkan sebagai bagian dari OK OCE. Hartono sendiri mengakui bahwa brand sepatu miliknya akan menjadi pilot project melalui kerja sama dengan OK OCE dan Jakarta Berlari. Ia telah menjalin komunikasi cukup baik dengan Bang Sandi

3. Kerja sama itu sejauh ini dalam dua hal. Pertama adalah branding melalui sosok Sandiaga Uno. Hartono menuturkan bahwa ia ingin memiliki icon untuk sepatu lari produksinya. Sebagaimana merek nike yang menggaet sepatu seri Michael Jordan atau Tiger Woods, Hartono menilai bahwa sepatu larinya cocok dengan ikon Sandiaga Uno yang merupakan pelari marathon dan pembina komunitas Jakarta Berlari. Kerjasama kedua adalah marketing dengan penerapan blue ocean strategy melalui konsep reseller. Diketahui bahwa sejauh ini ada puluhan orang yang siap menjadi reseller dari sepatu 910 SANDIUNO di Jakarta. Reseller ini tentu akan memiliki sepatu dengan harga spesial dan diketahui sangat minim resikonya.

4. Hartono sendiri mengakui bahwa kantor sepatu 910 berada di tangerang. Sedangkan pabriknya berada di surabaya. Nah melalui program OK OCE, Hartono mendapatkan akses pemasaran yang baik di Jakarta. Juga pendampingan untuk memasarkan 910 sebagai produk lokal yang mengglobal.

5. Program OK OCE bagi Hartono membantunya juga mengembangkan skill bisnisnya melalui mentorship langsung dengan para ahlinya

6. Hartono juga mengakui pernah membuat sepatu 910 untuk teman ahok. Tapi hal ini dilakukannya dengan peran sebatas supplier, dan jelas berbeda dengan kolaborasinya bersama program OK OCE sebagaimana dijelaskan di atas.

7. Kenapa baru klarifikasi sekarang? Karena awalnya Hartono tidak menganggapnya sebagai suatu masalah ketika bang Sandi menunjukkan produknya di debat final. Namun sejak sabtu-minggu lalu, keributan mulai terjadi disosmed. Senin, ia sudah merasa tidak nyaman dengan beberapa media yang mendatangi kantornya. Karena itu, ia bersama tim Anies Sandi menggelar konferensi pers hari ini.

Mari wujudkan demokrasi sejukSetiap informasi tolong klarifikasi duluDan di bawah ini rilis dari tim anies sandi media center----

*Produsen Sepatu 910 Siap Berkembang dengan OK OCE*

JAKARTA - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membuat heboh debat Pilgub DKI terakhir dengan menunjukkan sepatu karya salah satu program OK OCE. 910, produsen sepatu tersebut merasa beruntung bisa dibantu melalui program yang digagas oleh pasangan Anies-Sandi tersebut.

Hartono Wijaya pemilik produsen 910 mengatakan, 910 memang sudah berjalan sejak tiga tahun terakhir. "Pak Sandi bilang kamu harus dapat icon. Sepatu lari kamu itu kualitasnya Oke. (Akhirnya) Saya mematangkan ide ini. Sepatu lari itu lahir dari program OK OCE dari segi branding," ungkap Hartono dalam konferensi pers di poskopemenangan Anies Sandi, Jl. Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/2).

Hartono mengungkapkan bahwa kesulitan dari usahanya adalah dari segi branding (merek yang bisa dikenal luas). Sepatu bermerek Nike, contohnya, bisa terbantu dengan brand Michael Jordan atau Tiger Woods. Karena itulah, Hartono langsung menyambut tawaran OK OCE untuk branding melalui Sandiaga yang dikenal sebagai pelari marathon dan komunitas Jakarta Berlari"

Kami akhirnya melakukan re-branding. Sepatu lari ini lahir dengan icon Sandiaga Uno, kita kenal sebagai pelari dan melalui komunitas Jakarta Berlari," terang Hartono sembari menunjukkan sepatu 910 SANDIUNO.

Hartono juga menjelaskan bahwa program OK OCE memudahkan produknya dari segi perluasan pemasaran. "Saya dikenalkan dengan konsep Blue Ocean Strategy. Kita akhirnya ciptakan market sendiri, buat brand sendiri dan tidak berantem dengan yang lain. Kita melebarkan usaha dari tradisional marketing, jadi konsep program re-seller," ucapnya lebih lanjut"

Bisnis kita sangat terbantu dengan program OK OCE. Kami punya teman berpikir bersama dengan profesional. Karena satu hal yang bikin (suatu produk) nilainya tinggi itu merek," ucap dia. (*)

*ANIES-SANDI MEDIA CENTER*------

Film perjuangan operasi Trisula

Maraknya info PKI yang tersebar di media sosial, menjadi konsumsi masyarakat yang tak kunjung pro kontranya.

Berikut beredar BC dari pesan Whatsapp yang di dapat admin

https://www.youtube.com/shared?ci=rPaNLh4UCps

Inilah FILM Penumpasan Sisa Sisa PKI yang dilakukan oleh TNI pada saat itu yg dinamakan
*OPERASI TRISULA*.

*Terlihat di Film itu ULAMA ULAMA ISLAM di BUNUH, di BANTAI,* bahkan seorang anak ulama di sekitar jawa sana ikut Paham Anggota PKI.

Akhirnya anak seorang Ulama itu berbalik menyerang Anggota PKI karena dia dipaksa rekan2nya sesama Anggota PKI untuk *MENEMBAK AYAH nya SENDIRI* karena tertangkap anggota PKI,
ada yg menarik untuk kita pahami yaitu kalimat dari Pemahaman PKI
*"PKI TIDAK MENGENAL PERTALIAN DARAH"*,artinya
jika ada anggota keluarga dari anggota PKI tertangkap dan dianggap  menghalangi eksistensi PKI maka si anggota tersebut
*HARUS MEMBUNUH KELUARGANYA SENDIRI, BAHKAN SAUDARA KANDUNG PUN HARUS DIBUNUH.*

Yang lebih mirisnya Pembantaian oleh anggota PKI di dalam mesjid, yg dimana dalam film itu *JAMAAH lagi Sholat di _BANTAI_ habis.*

*Di Film itu Sarat adu domba, Fitnah, Licik persis dengan situasi saat ini di negeri kita*
dan Perekrutan Preman2, dulu dibilang Jawara Kampung, Kaum Pengangguran, Petani, Wanita Malam, maka di sebut GERWANI, BTI Barisan Tani Indonesia, PDR Pemuda Rakyat Indonesia, dll.

Lebih lengkapnya lagi tontonlah Film ini untuk menambah Wawasan kita untuk mengetahui sejarah, khususnya Pengkhianatan PKI pada saat itu.

Ulama, Rakyat, Tentara, banyak yg dibantai oleh PKI,
*'Akankah terulang kembali seperti dulu di saat ini, di saat situasi negeri kita saat ini? jika memang ya..., maka bersiap siaplah dan Waspada segala kemungkinan yg akan terjadi dalam waktu dekat ini.`*

Terimakasih

Selamat Menonton.
~~~~~~~~~~~~~~~~

*Sebarkan agar Masyarakat mengerti kejamnya PKI,...*

Bijaklah dalam mencerna informasi, jika berita di atas benar atau salah silhkan di infokan di komentar. Terima kasih